Modul Belajar VB 6.0 – bag. 1

MODUL 1

PENGANTAR  PEMROGRAMAN

 

  1. A.  Bahasa Pemrograman Visual Basic

Bahasa pemrograman Visual Basic, dikembangkan oleh Microsoft sejak tahun 1991, merupakan pengembangan dari pendahulunya yaitu bahasa pemrograman BASIC (Beginner’s All-purpose Symbolic Instruction Code) yang dikembangkan pada era 1950-an. Visual Basic merupakan salah satu Development Tool adalah alat bantu dalam membangun dan mengembangkan program aplikasi komputer dengan desain form secara visual dan adanya kemampuan untuk menggunakan komponen-komponen ActiveX yang dibuat yang disediakan oleh Microsoft Visual Basic ataupun pihak lain.

Visual Basic yang pertama adalah Visal Basic 1.0 yang dikenalkan pada tahun 1991, pendekatan yg dilakukan untuk menghubungkan bahasa pemrograman dengan GUI berasal dari prototype yg dikembang oleh “Alan Cooper” yg di sebut TRIPOD. Kemudian Microsoft mengontrak copper dan asosiasinya utk mengembangkan tripod agar dapat digunakan di windows 3.0 dibawah nama kode Ruby. Baca lebih lanjut

Maintenance di Kantor BP3AKB Kab. Grobogan

Selasa, 8 Mei 2012

Kunjungan kali ini aku berada di kantor Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Keluarga Berencana (BP3AKB) Kab. Grobogan yang berlokasi di timur simpang lima purwodadi.  ini merupakan kunjungan rutinitas tiap-tiap bulan untuk keperluan maintenance sarpras IT.  Kegiatan kali ini meliputi; update aktivirus, optimalisasi windows, instalasi hardwarebaru, perbaikan laptop dan printer.

Dalam kesempatan ini tidak hanya maintenance yang aku berikan, namun juga ada pelatihan singkat bagi pegawai yang kurang terampil dan belum optimal dalam menggunakan aplikasi perkantoran serta diselingi diskusi terhadap isu-isu IT terkini.

 

Ikuti RAT KPRI Bahagia Randublatung, Blora

Sabtu, 28 April 2012.

Salah satu kegiatan aku ini dalam rangka pemberian jasa profesi berkenaan dengan pendampingan dan penataan Sistem Akuntansi di Kantor KPRI Randublatung Kabupaten Blora adalah turut serta menghadiri kegiatan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tutup buku 2011. Disini aku berkapasitas selaku konsultan pembukuan di koperasi KPRI tersebut.

pada acara tersebut turut hadir pula auditor dari Ngurah Arya & Rekan dari Kota Semarang yang telah memberikan jasa profesi mereka dalam hal auditing.  Selain kami selaku mitra kerja KPRI hadir pula tim dari Dinas koperasi dan UMKM Kabupaten Blora juga Pusat KPRI Kabupaten Blora.

Kegiatan RAT ini selain pengesahan Laporan juga untuk menyelenggarakan pemilihan kepengurusan baru periode 2012 – 2015.  Demikian jurnal kunjungan aku ini sebagai informasi

Mengembangkan Rasa Pede

Apakah anda termasuk orang yang tidak atau kurang ‘pede’, jangan cuma pasrah. Tumbuhkan dan kembangkan rasa percaya diri Anda. Dan jika Anda sudah memiliki rasa percaya diri yang baik, peliharalah rasa ‘pede’ tersebut. Caranya? Lakukan hal-hal berikut ini:

1. Pujilah diri sendiri
Jangan ragu untuk memberi selamat pada diri sendiri ketika Anda berhasil meraih prestasi, walau sekecil apapun. Caranya yaitu dengan berbicara pada diri sendiri, “ya saya memang pantas mendapatkannya karena saya telah bekerja keras”. Kalau perlu berikan hadiah pada diri sendiri, misalnya dengan membeli sepatu atau jam tangan yang telah lama Anda inginkan. Memuji diri sendiri sepanjang tidak merugikan dan menggangu orang lain dapat berpengaruh positif pada Anda. Karena tindakan ini dapat membantu Anda lebih percaya diri dan optimis dalam mengerjakan apapun, terutama dalam melaksanakan tugas-tugas Anda. Dengan demikian Anda juga telah belajar menghargai diri sendiri. Baca lebih lanjut

Kenali Pemicu Rasa Bosan di Kantor

Emang sih rasa bosan, jenuh, boring dan sejenisnya adalah hal yang sangat manusiawi melanda para pekerja atau siapapun. Rasanya aneh juga kalau hidup ini nggak pernah merasa bosan. Tetapi penyebab kebosanan itu sendiri sangat individual sifatnya pada setiap orang. Sehingga kadar kejenuhan pada tiap orang pun berbeda pula.

Berikut ini adalah beberapa hal yang memicu kebosanan di kantor:
=>  Beban kerja menumpuk
Beban kerja yang ‘menggunung’ melebihi kapasitas memang bisa bikin Anda ‘senewen’. Kalau Anda nggak mampu meng-handle, kepala rasanya mau pecah. Tambah bete lagi kalau beban kerja Anda yang berat itu nggak sebanding dengan beban kerja rekan-rekan satu divisi yang jauh lebih ringan. Rasanya bete banget. Ketika kondisi ini sudah sampai pada puncaknya Anda akan terseret pada rasa bosan yang amat sangat. Baca lebih lanjut